Selasa, 26 Maret 2013

Mobil ESEMKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Identitas Makalah
Pembuatan makalah yang berjudul “Mobil Kiat ESEMKA” ini yang disusun oleh siswa-siswa SMA YADIKA 8 membahas tentang karya ilmiah anak bangsa yaitu anak SMK. Disini akan membahas tentang faktor-faktor, latar belakang ekonomi, peran keluarga dan masih banyak lagi.
Kita berharap mobil kreasi anak bangsa tidak mandek karena terlalu banyak   persyaratan yang menghadang dari para petinggi dan yang berwenang di negeri ini ( saya pribadi )

1.2.      Tujuan Makalah
Memberikan sedikit informasi tentang karya anak bangsa. Mobil ESEMKA – Bangsa Indonesia bangga dengan hadirnya Mobil ESEMKA yang tercipta dari tangan tangan kreatif anak anak SMK.
Mobil Nasional yang dinamakan ESEMKA ini lantaran memang dirakit oleh para siswa SMK di Jawa Tengah. Mobil Esemka tidak hanya punya 1 model tetapi berbagai model dan tipe tergantung dari sekolah SMK mana yang merakitnya.










BAB II
BADAN MAKALAH

2.1.      Latar  Belakang
Mobil ESEMKA - Bangsa Indonesia bangga dengan hadirnya Mobil ESEMKA yang tercipta dari tangan tangan kreatif anak anak SMK.
Mobil Nasional yang dinamakan ESEMKA ini lantaran memang dirakit oleh para siswa SMK di Jawa Tengah. Mobil Esemka tidak hanya punya 1 model tetapi berbagai model dan tipe tergantung dari sekolah SMK mana yang merakitnya.
Mobil Esemka ini tidak kalah dengan mobil sejenis SUV lainnya yang saat ini menguasai pasar mobil di Indonesia. Saat ini PT Autocar Industri Komponen (AIK) dan beberapa perusahaan seperti PT Solo Manufaktur Kreasi membantu SMK mewujudkan mobil Esemka itu. Tetapi untuk saat ini mobil esemka masih belum diproduksi secara masal lantaran masih menunggu izin layak jalan dari instansi terkait.
Mobil ESEMKA Model mobil pertama yang diproduksi oleh Esemka ialah model SUV yang dikenal dengan Esemka Rajawali. Modelnya kini sudah mengalami perubahan. Saat ini rupanya lebih mirip Honda CR-V 2012 dengan bodi belakang Isuzu Panther namun dengan ukuran lebih panjang.
Sementara model kedua adalah pikap double kabin yang dibuat oleh SMK 1 Singosari Esemka Digdaya yang dinamai Digdaya. Rencananya jika dipasarkan mobil ini akan dibanderol seharga Rp 100 juta. Dengan harga tersebut untuk ukuran pikap double kabin memang menggiurkan. Apalagi ditambah dengan tongkrongan bodi yang kekar.

2.2.      Faktor-Faktor
Intelektual merasa mobil esemka dibuat sembarangan oleh anak SMK. Tidak ada engineer S1, S2 dan S3. Mungkin mereka menganggap mobil dibuat asal ketok, asal las, asal pasang. Pelajaran SMK memang tidak mempelajari filosofi. Tidak mempelajari “kenapa?”, tapi ilmu-nya pragmatis cukup untuk menyelesaikan masalah yang biasa. Ilmu-nya hapalan dan pengalaman. Tidak cukup untuk menjawab masalah baru yang belum pernah ada jawabnya. Jadi apakah ilmu SMK cukup untuk membuat mobil? Jawabnya cukup! Membuat mobil itu masalah biasa, bukan masalah baru yg misterius. Insinyur S1 bertugas merancang, misalnya baut, tapi belum tentu bisa ngencengi baut. Hands-on atau keterampilan S1
kebanyakan kurang. Tapi bisa njlimet menjelaskan kekuatan baut, batas
lelah, dan bagaimana membuatnya. Nah kalau SMK pinter mengencangkan baud. Ada juga insinyur sastra S1, S2, S3. Mungkin intelektual S1, S2, S3 ini tersinggung karena mereka ngga bisa bikin apa2, cuman omong doang xD ! Hahahahaha. Btw proyek mobil esemka ini sebenarnya dimotori seorang alumni Mesin ITB angkatan 1984.
Dan senjata untuk menjatuhkan mobil esemka adalah faktor kelayakan, faktor keselamatan dan faktor ketersediaan spare part. Mobil esemka bukanlah 100 % buatan SMK, sebenarnya sama saja dengan karoseri. Bedanya kalau karoseri masih pakai merek ATPM dan untung gede buat ATPM dan prinsipal (jepang, korea dsb). Mobil esemka pakai onderdil mobil2 ATPM yg ada. Chasis pakai chasis mobil merk ATPM A, kaki2 pakai kaki2 mobil ATPM B, rem pakai rem mobil ATPM C dsb. Praktis yang benar2 didesain mungkin hanya body dan interior/exterior. Katanya juga bikin mesin sendiri. Pakai beli lisensi Timor (KIA).
Jadi sebenarnya mobil esemka aman dan layak, apalagi perakitannya juga dilakukan oleh perusahaan karoseri (KIAT). Onderdil mestinya juga gampang dibuat. Kemenhub juga sudah menyatakan layak jalan, hanya emisi-nya tidak euro 4.

2.3.      Peranan Pemerintah
KLATEN-Universitas Gadjah Mada (UGM) siap melakukan kerjasama dalam pengembangan mobil ESEMKA karya siswa SMKN 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Apresiasi dan bentuk kerjasama telah dimulai dari kunjungan Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D., bersama tim dari Fakultas Teknik UGM, KAGAMA dan BNI ke Pemkab Klaten serta di bengkel Kiat ESEMKA.
Di Pemkab Klaten tim UGM ditemui langsung oleh Bupati Klaten Sunarno. Di hadapan Bupati, Wakil Rektor Bidang Alumni dan Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D menjelaskan bahwa UGM memberikan apresiasi atas mobil ESEMKA yang telah dikembangkan oleh siswa SMKN 1 Trucuk. Atyanto menegaskan bahwa UGM siap memberikan dukungan untuk menyempurnakan pengembangan mobil ESEMKA tersebut.
Ketua Pusat Pengurus KAGAMA, Prof. Dr. Ir. Sunjoto, DIP., HE., DEA. dalam kesempatan itu juga berharap agar mobil ESEMKA bisa terus dikembangkan dan dilakukan penyempurnaan. Sunjoto mengatakan jika mobil ESEMKA bisa menjadi mobil nasional maka melalui jaringan KAGAMA maka bisa semakin berkembang.    









BAB III
PENUTUP

3.1.      Kesimpulan
Kita bangga dengan karya dan inovasi anak-anak Klaten. Suatu saat jika sudah menjadi mobil nasional maka bisa terus dikembangkan melalui jaringan KAGAMA di seluruh Indonesia
Jadi sebenarnya mobil esemka aman dan layak, apalagi perakitannya juga dilakukan oleh perusahaan karoseri (KIAT). Onderdil mestinya juga gampang dibuat. Kemenhub juga sudah menyatakan layak jalan, hanya emisi-nya tidak euro 4.

3.2.      Saran
untuk mengukur kemampuan sebuah karya harus diawali dengan uji kelayakan. karya-karya pelajar di Indonesia sudah sepatutnya mendapat perhatian dan dukungan serius dari semua pihak. Selain untuk meningkatkan minat dan kemampuan pelajar, juga untuk memotivasi pelajar lainnya di Indonesia.
Meski bukan pertama kali dibuat, mobil rakitan siswa SMK yang diberi merek, "Kiat Esemka" menjadi buah bibir, gara-gara dijadikan mobil dinas baru Walikota Solo, Jokowi dan wakilnya. Berbagai apresiasi pun datang.

DAFTAR PUSTAKA

- http://dewigurning.blogspot.com/2012/03/v-behaviorurldefaultvmlo.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar